Kamis, 13 Oktober 2011

Produksi Sepeda Nasional Meningkat 227% di Tahun 2011


Siapa bilang minat terhadap sepeda menurun? Setelah peningkatan produksi sebesar  223% dari 390 ribu unit di tahun 2009 menjadi 1.260.000 unit di tahun 2010, di tahun 2011 ini Asosiasi Industri Persepedaan Indonesia (AIPI) yakin angka total produksi bisa tembus 3,5 juta unit seperti dilaporkan Sumut Pos di bawah ini.
Memang dari jumlah total produksi tersebut sebagian masih untuk memenuhi kebutuhan ekspor, namun dari laporan-laporan sebelumnya dari para pemain di industri sepeda domestik, kebutuhan yang ada di dalam negeri sendiri baru terpenuhi kurang dari 50%. Itulah mengapa serbuan sepeda produk asing yang harga jualnya setara atau lebih rendah dari produksi dalam negeri bak air bah karena terserap baik di pasar dalam negeri.
Di luar itu semua, sebagai bagian dari Komunitas B2S Indonesia dan Komunitas SMANDA Ber-Gowes tentunya kita turut merasa senang dan bangga atas peningkatan produksi sepeda dalam negeri ini. Suatu pertanda animo terhadap sepeda tetap tinggi selain bahwa produk anak bangsa memiliki kualitas yang diakui di dunia internasional.
=====================
SUMUT POS: Industri Lokal Merambah Manca

Industri sepeda nasional sedang berada dalam masa keemasan. Saat kapasitas produksi kurang dari 2 juta unit per tahun, kebutuhan diperkirakan sudah menembus 6 juta unit per tahun. Pasar yang sangat potensial untuk digarap.?Ya, tanpa disadari, geliat kegemaran bersepeda di tanah air itu menjadi sarana empuk industri sepeda. Ibarat roket, pertumbuhan produksi sepeda di tanah air melesat selama tiga tahun terakhir. Simak saja data Badan Pusat Statistik yang telah diolah Pusat Data dan Informasi Perdagangan Kementerian Perdagangan berikut ini.Read more>>

Pada 2009, produksi nasional sepeda di tanah air hanya 390 ribu unit. Setahun kemudian, total produksi menembus angka 1.260.000 unit atau meningkat sekitar 223 persen. Tahun ini, Asosiasi Industri Persepedaan Indonesia (AIPI) berani memprediksi total produksi bisa mencapai 3,5 juta unit.
“Industri sepeda memang menunjukkan perkembangan yang positif. Dalam dua tahun terakhir, produksinya sangat banyak,” kata Direktur Industri Alat Transportasi Darat Direktorat Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Supriyanto.
Peningkatan produksi yang cukup fantastis itu masih bisa terus dipertahankan. Sebab, utilitas industri sepeda nasional masih berada di kisaran 70-80 persen di antara total kapasitas produksi. Pada 2009, kapasitas terpasang yang mencapai 750.000 unit baru dimanfaatkan untuk memproduksi 390 ribu unit.
Begitu juga pada 2010. Dari kapasitas terpasang 1.750.000 unit, yang baru digunakan untuk memproduksi 1.260.000 unit. Apalagi kalau melihat kebutuhan sepeda yang saat ini sudah mencapai 6 juta unit per tahun. “Artinya, dapat dikatakan, prospek industri sepeda dalam negeri untuk berkembang masih besar,” ucap dia.
Sejumlah industri sepeda berskala besar di tanah air pun telah membaca peluang tersebut. Polygon, misalnya. Brand sepeda yang diproduksi PT Insera Sena itu rutin mengeluarkan seri-seri baru setiap tahun. Perubahan desain dan warna sepeda juga terus dilakukan mengikuti perkembangan selera pasar.
Soal harga, Polygon berusaha menjangkau semua lapisan masyarakat. Harga terendah sekitar Rp1,175 juta, sedangkan harga tertinggi mencapai Rp80 juta. Harga tertinggi itu adalah seri Helios TTX (Triathlon) yang biasa digunakan kalangan profesional di lintasan balap. Namun, sebagian produk Polygon yang dijual di kisaran Rp50 juta juga kerap terlihat di jalan-jalan saat weekend.
Dari sisi kualitas, industri sepeda di tanah air sebenarnya sudah bisa disejajarkan dengan produsen dari luar negeri. Produksi sejumlah pabrikan besar di tanah air bahkan sudah merambah luar negeri.
“Catatan kami, ekspor sepeda produksi Indonesia sudah merambah 20 negara,” terang Supriyanto.?Selain itu, hampir seluruh produsen sepeda nasional juga menerima pesanan sepeda merek asing. Sifat pemesanan hingga proses produksinya kebanyakan dirahasiakan dan terikat kontrak ketat. Sebab, produsen sepeda asing khawatir produk dan desain mereka akan bocor di pasar Indonesia. (res/gen/zul/c5/fat/jpnn)

Sumber: http://www.hariansumutpos.com/2011/10/15813/industri-lokal-merambah-manca.htm

Foto: JAWA POS/JPNN - PABRIK: Suasana kerja di pabrik sepeda Polygon di Sidoarjo, Jatim, belum lama ini.

0 komentar: